Taman Fatahillah

Taman Fatahilah

Seperti umumnya di Eropa, gedung balaikota dilengkapi dengan lapangan yang dinamakan ” stadhuisplein”. Menurut sebuah lukisan yang dibuat oleh pegawai VOC ” Johannes Rach ” yang berasal dari    ” Denmark ”, ditengah lapangan tersebut terdapat sebuah air mancur yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat setempat. Air itu berasal dari Pancoran Glodok yang dihubungkan dengan pipa menuju stadhuiplein.

Pada tahun 1972, diadakan penggalian terhadap  lapangan tersebut dan ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya. Maka dengan bukti sejarah itu dapat dibangun kembali sesuai gambar Johannes Rach, lalu terciptalah air mancur di tengan Taman Fatahillah.

Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali taman tersebut dengan memberi nama baru yaitu ” Taman Fatahillah ” untuk mengenang panglima Fatahillah pendiri kota Jakarta.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: