Berharap Budaya Betawi Jadi Aikon Kota Tangsel

Sikap demokratis dan akomodatif kaum Betawi adalah dua modal dasar kultural kaum Betawi yang harus dipertahankan dan dikembangkan demi kemajuan kaum Betawi itu sendiri. Sebagai penduduk asli wilayah Jakarta dan sekitarnya, kaum Betawi amat terbuka menerima siapa saja ‘tamu’ yang datang  dengan tangan terbuka. Realitas itu mencerminkan bahwa tingkat toleransi kaum Betawi amat tinggi. Dua modal dasar kultural kaum Betawi itu membuat saya bangga terhadap Betawi sekaligus bangga menjadi orang Betawi. Demikian ungkap Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkot Tangsel Drs. H. Ahadi, MM kepada Batavia News disela-sela acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Perguruan Silat Beksi Slempang Betawi beberapa lalu.

Disinggung mengenai eksistensi perguruan silat yang ada di Kota Tangsel, Ahadi yang pernah menjabat sebagai camat di Kecamatan Pamulang, Kecamatan Pakuaji, Kecamatan Mauk, Kecamatan Kronjo, Kecamatan Tigaraksa, dan Kecamatan Jambe menyatakan, secara pribadi maupun sebagai pamong dirinya amat menyambut baik dan memberikan penghargaan kepada Perguruan-Perguruan Silat yang ada di Kota Tangerang Selatan. “Seni budaya Betawi apapun jenis dan bentuknya, termasuk seni bela diri, harus dipelihara dan memungkinkan untuk dikembangkan agar seni budaya Betawi dapat bertahan dan menjadi aikon untuk Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.

Seni bela diri, tambah Ahadi, bukan hanya untuk olah raga atau sekedar melestarikan budaya. Lebih dari itu, seni bela diri juga ditujukan untuk pertahanan diri, keluarga, atau lingkungan dari gangguan-gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat meresahkan atau mengganggu kamtibmas. Karena itu, masih kata Ahadi, amat memungkinan para pelaku pelestari seni bela diri Betawi dapat bermitra dengan pemerintah daerah. Dan pemerintah daerah wajib hukumnya untuk mengembangkan, membina, mengarahkan, dan meningkatkan semua perguruan silat yang ada di Kota Tangerang Selatan ini.

Menurut Ahadi, langkah konkret yang telah dilakukan Pemkot Tangsel untuk melakukan pengembangan dan pembinaan seni budaya adalah dengan membentuk Dewan Kesenian Tangsel. “Melalui Dewan Kesenian Tangsel ini para seniman maupun para pengurus perguruan silat yang ada di Tangsel bisa masuk. Dengan aktifnya mereka di Dewan Kesenian Tangsel tentu mereka dapat mengetahui dengan jelas semua kegiatan maupun program pengembangan kesenian yang dilakukan pemerintah,” terang Ahadi.

Tentunya, harap Ahadi, apabila para pelaku pelestari seni budaya mengetahui secara jelas kegiatan maupun program pemerintah dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya maka mereka dapat mengambil posisi yang tepat untuk membantu suksesnya kegiatan dan program tersebut. Di samping untuk kemajuan perguruan silat itu sendiri, tentunya lewat kemitraan yang sudah terkalin pihak perguruan silat juga dapat membantu mensukseskan kegiatan maupun program pemerintah daerah yang lain. “Baik dalam rangka mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat ataupun mengamankan kebijakan-kebijakan atau keputusan-keputusan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita sendiri,” kata Ahadi.

Menurut Ahadi, yang jelas pemerintah daerah tidak akan berpangku tangan dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah yang ada di Tangsel. Artinya, masih kata Ahadi, kalau memungkinkan dana yang ada untuk mengembangkan itu pemerintah daerah bisa membantu dengan memberikan bantuan dana stimulus sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dalam upaya pengembangan tersebut.

“Saya kira yang paling penting adalah pemerintah daerah perlu memelihara dan mengarahkan perguruan silat yang ada di Tangsel sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan SDM dari warga masyarakat. Jangan sampai seni budaya, khususnya seni budaya Betawi, sirna karena perkembangan pembangunan. Jangan sampai hal itu terjadi. Karenanya upaya pelestarian dan pengembangan diperlukan demi menjaga kesinambungan budaya bangsa,” pungkasnya.

Jamiel Loellail Rora

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: