Mensinerjikan Kekuatan untuk Kemajuan Betawi

Jamieloelail Rora

Belum lama ini benturan antar Ormas Betawi kembali terjadi lantaran sepetak lahan. Realitas tersebut amat menyedihkan sekaligus menyakitkan. Realitas yang tentunya amat melenceng dari visi misi Ormas Betawi tersebut yang ingin mengangkat harkat martabat kaum Betawi dan bisa menjadi tuan rumah di kampung halamannya sendiri.

Sebagai anak Betawi, saya sungguh tak habis pikir mengapa benturan di antara Ormas Betawi kerapkali terjadi hanya karena persoalan sepele. Dan, sepertinya, para pengurus ormas di tingkat pusat menganggap hal biasa bila terjadi gesekan di antara anggota ormas mereka di bawah. Sehingga mereka tak pernah mencari solusi dari setiap benturan yang muncul hingga di lain hari benturan itu kembali terjadi.

Seharusnya, setidak-tidaknya menurut saya, begitu terjadi benturan para elit dari masing-masing ormas duduk satu meja dan mencari solusi terbaik agar di kemudian hari tidak lagi terjadi gesekan atau benturan hanya karena persoalan lahan. Bukannya menutup mata pada kejadian yang pada dasarnya mencoreng nama Betawi karena sama-sama orang Betawi kok bentrok melulu.

Sayangnya, upaya duduk satu meja itu sampai saat ini belum kedengaran wacananya, meski yang namanya bentrokan sesama Ormas Betawi kerap terjadi. Lebih disayangkan lagi, BAMUS Betawi selaku payung Ormas Betawi pun tidak mengambil langkah strategis sebagai upaya meminimalisasikan gesekan di antara Ormas Betawi yang berpayung di BAMUS Betawi.

Kita yang mendambakan eratnya ukhuwah di antara sesama anak Betawi, tentunya berharap ke depan tak terdengar lagi berita tentang benturan sesama anak Betawi yang berbeda bendera lantaran persoalan lahan yang ujung-ujungnya cuma jadi tukang parkir dan tukang ngutip duit keamanan kepada pedagang yang mayoritas hidupnya juga senin – kemis.

Karena tujuan kita aktif di Ormas Betawi menginginkan agar generasi muda Betawi selaku penduduk inti Kota Jakarta dapat meningkatkan skill-nya sehingga bisa bersaing secara sehat dengan saudara-saudara kita dari daerah lain dalam segala bidang. Karena itu sebagai pengurus maupun anggota Ormas Betawi kita dituntut konsisten dalam memperjuangkan kaum Betawi tanpa memandang bendera.

Bendera boleh berbeda tetapi Betawi tetap satu. Satu-kesatuan yang akhirnya mensinerjikan kekuatan kita dalam menjalankan sebuah gerakan besar mengangkat harkat martabat kaum Betawi dengan menitik beratkan pada peningkatan SDM kaum muda Betawi. Tentu, upaya besar ini membutuhkan pengorbanan dari para tokoh, pejabat, politisi, budayawan, dan pengusaha Betawi untuk bersatu demi kemajuan Betawi.

Jangan kaum Betawi cuma dijadikan ‘sisir’ yang dicari saat mau dipake dan setelah dipake diletakin lagi secara sembarangan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: