PPP dalam Posisi Kritis

Abdul Aziz, SE

Konsolidasi memang menjadi agenda wajib bagi organisasi agar kinerja roda organisasi dapat berjalan maksimal. Baik bagi organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, maupun organisasi sosial politik. Saat ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai salah satu organisasi sosial politik (orsospol) tengah melakukan kesibukan itu, melaksanakan konsolidasi internal untuk dapat menjalankan roda organisasi politiknya semakin baik kedepan. Wajar kiranya kalau Batavia News menemui kader muda PPP dari Jakarta Barat Abdul Azis, SE untuk menanyakan sejauh mana kesiapan dirinya selaku Ketua DPC PPP Jakarta Barat dalam melakukan konsolidasi internal diwilayahnya. Berikut adalah pengembangan hasil dari bincang-bincang Fadillah Fahmi dengan putra Betawi asli yang kini menjabat sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.

Sejauh mana persiapan DPC PPP Jakarta Barat dalam menghadapi konsolidasi internal?

Persiapan DPC PPP Jakarta Barat dalam menghadapi konsolidasi internal sudah cukup matang. Saat ini kita tengah menunggu kepastian soal juklak yang akan diturunkan oleh DPP PPP. Insya Allah, kalau tidak ada halangan, juklak sebagai panduan kita dalam melakukan konsolidasi internal akan turun pada bulan April ini. Lalu yang kedua, masalah tenggang waktu yang diberikan antara bulan Maret hingga Agustus. Kalau saya tidak salah, itu kan diberikan keputusannya tetap menyesuaikan kepada SK Ranting. Bila SK Rantingnya masih bisa berjalan ya silahkan dilakukan. Tapi tengat waktu akhirnya tidak boleh lebih dari bulan Agustus. Kita khawatir bila kita lakukan konsolidasi tanpa merujuk secara resmi juklak dari DPP, apa yang kita lakukan bisa mubazir karena mungkin saja berbeda dengan juklak dari DPP. Mubazir kan kalau kita sudah melakukan konsolidasi internal yang berkaitan dengan restrukturisasi kepengurusan ternyata hasilnya dianggap tidak sah oleh DPP.

Apa ada persoalan untuk DPC PPP Jakarta Barat dalam melakukan konsolidasi?


Tidak ada persoalan. Kita dijajaran pengurus DPC PPP Jakarta Barat sangat aktif melakukan rapat-rapat pendahuluan mengenai masalah tersebut. Namun karena di DPW juga ada rapat lagi karena DPP sedang menggodok juklaknya sendiri yang berkaitan dengan masalah ini, tentunya kita harus menghormati. Kita tinggal menunggu seperti apakah juklak yang akan diturunkan oleh DPP nanti. Itu saja permasalahannya.

Bicara konsolidasi tidak lepas dari kepentingan agar ke depan roda partai bisa bergerak dinamis. Ada tidak kriteria untuk seseorang bisa menjadi Ketua Ranting?

Ini menyangkut visi pribadi. Dalam soal itu, saya sendiri punya pikiran PPP ke depan secara umum harus lebih dinamis dan lebih progresif. Itu yang menjadi penilaian saya. Karena memang, perubahan iklim politik saat ini membutuhkan PPP yang lebih dinamis dalam melakukan kegiatan-kegiatannya. Dari pemikiran seperti itu kemudian muncul pikiran agar dalam mencalonkan seseorang menjadi Ketua Ranting harus memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan internal partai, yang disyaratkan AD/ART. Itu normal dan harus bisa dipenuhi kalau menurut pendapat saya. Perlu ada syarat-syarat normatif. Dan di luar itu saya cenderung pada saat pembentukan Ranting nanti tidak berumur lebih dari 30 tahun, sehingga jajaran pengurus Ranting adalah kader-kade partai yang fresh. Fresh dalam berpikir dan mempunyai power untuk melakukan kegiatan dalam membesarkan partai. Itu saya rasa modal yang sangat penting selain persyaratan-persyaratan yang memang sudah tertuang dalam AD/ART.

Apa visi Abang untuk melakukan hal itu dapat dukungan dari teman-teman?

Dalam rapat-rapat kemarin yang telah kita lakukan sebenarnya ada kesamaan pandang soal itu. Tapi, lagi-lagi kita tidak ingin mendahului juklak. Jangan-jangan juklak yang dikeluarkan DPP bunyinya berbeda. Artinya, masalah umur tadi, misal saya bilang 30 tahun tapi dalam juklak sendiri 25 tahun. Ya tidak masalah kita turunin menjadi 25 tahun, kan begitu kira-kira. Tentunya, akan lebih bagus karena buat Ranting itu kan kita inginnya yang lebih fresh, yang lebih kuat, dan yang jelas basic keagamaannya bagus.

Sebagai kader muda, bagaimana Abang melihat kondisi PPP saat ini?

PPP saat ini sedang ada dalam posisi kritis. Tinggal moment ini bisa diambil atau tidak? Karena banyak Partai Islam kurang di Pemilu 2014 mendatang, hanya tinggal PPP dan PKS, karena Partai Islam yang lain itu tidak lagi tampil di Pemilu 2014 sebagai hasil eleminasi dari Pemilu 2009 lalu. Artinya, itu menjadi momentum apakah PPP akan bisa memanfaatkannya atau tidak. Kalau misalnya di posisi sekarang yang saya anggap kritis itu tidak bisa dimanfaatkan oleh DPP, maka perjuangan PPP di 2014 akan berakhir. Akan susah karena akan semakin turun, atau moment itu diambil oleh yang lain. Itulah makanya mulai dari penataan di tingkat Ranting menjadi sangat penting, dan sebagai kadet PPP kita harus jeli melihat realitas itu.

Selain penataan di tingkat Ranting mungkin juga harus ada hal-hal baru yang harus dilakukan oleh PPP. Kira-kira apa yang harus dilakukan?

Pencitraan PPP harus diperkuat sebagai partai yang berbasis Islam. Dan saat ini saya tidak melihat hal itu dilakukan oleh DPP. Harusnya itu dilakukan DPP karena hal itu juga menjadi tanggungjawab DPP secara nasional. Karena momentumnya sama seperti yang saya ungkapkan di atas. Biarlah kami-kami ini menata organisasi di tingkat Ranting dan PAC, tapi DPP tolong urus masalah pencitraan itu. Bila hal itu tidak dilakukan maka konsolidasi internal ini tidak akan bisa berjalan dengan baik. Idealnya, kita perbaiki mesin di dalam dan DPP juga melakukan pencitraan karena kedua-duanya harus jalan seiringan. Kalau tidak jalan, atau yang jalan hanya salah satu saya kira kedepannya juga sulit. Jelasnya, harus ada balance yang dilakukan antara DPP dan pengurus yang di bawah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: