Harus Ada Pembinaan Terhadap Pengurus di Bawah

Ikhsan Nawar

Bendahara DPD Forkabi Jakarta Selatan Ikhsan Nawar, SE yang hadir mewakilkan DPD dalam Raker V DPC Forkabi Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, dengan terus terang menyatakan rasa salutnya terhadap Raker V DPC Forkabi Kecamatan Jagakarsa yang diketuai Ir. Alidrus.

“Saya memberikan apresiasi yang besar sekali terhadap DPC Forkabi Jagakarsa yang telah sukses menggelar raker yang bermutu intelek sehingga dapat memberikan wawasan yang luas dalam berorganisasi kepada para peserta raker,” menurut pria yang biasa dipanggil Bang Ican ini. “Mulai persiapan dan sampai pelaksanaan raker tersebut  terstruktur dengan sangat baik. Masalah sarana dan prasarana raker tersebut sudah sangat baik untuk tingkat DPC yaitu dengan tersedianya ruangan rapat yang representative dengan tersedianya infokus. Undangan yang hadir sebagai narasumber juga sangat berbobot untuk memberikan masukan serta wejangan kepada kader-kader Forkabi yang baik, seperti dari Bamus sebagai pelindung ormas di DKI dan dari kalangan profesional yang juga merupakan kader Forkabi. Saya berharap hal yang baik ini bisa ditularkan pada DPC-DPC Forkabi yang lain,” tambahnya panjang lebar.

Bendahara DPD Forkabi Jakarta Selatan yang low profil ini juga berharap pada Batavia News sebagai sebagai Majalah Betawi atu-atunye yang dapat mengekspose, memberikan informasi yang baik, berimbang dan bisa dipertanggungjawabkan dan yang lebih penting lagi dapat membuat organisasi Forkabi baik di mata masyarakat, tentunya dengan memberikan kritikan yang membangun.

Apa yang telah DPC Forkabi Jagakarsa lakukan dengan menggelar rapat kerja, menurut Bang Ican harus menjadi contoh untuk DPD-DPC Forkabi yang lain dalam rangka meningkatkan kinerja Forkabi agar tidak keluar dari relnya yang ingin meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Betawi. “Ingat, meningkatkan harkat dan martabat kaum Betawi itu berarti secara keseluruhan, bukan hanya mengangkat segelintir tokoh saja untuk kepentingan sesaat. Artinya, marilah bersama-sama kita bangun budaya yang baik bagi seluruh anggota Forkabi dan masyarakat Betawi pada umumnya,” ungkapnya penuh tekanan.

Karena rapat kerja yang dilakukan DPC, tambah Bang Ican, adalah forum untuk menghasilkan rumusan kerja yang nantinya dapat diteruskan ke DPD dan nantinya diteruskan ketingkat DPP sebagai apresiasi dari arus bawah. Sebagai organisasi yang mempunyai struktur organisasi yang baik dan mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati bersama, sangat disayangkan kalau kalau organisasi ini tidak dikelola dengan management yang baik.

Dalam perkembangannya program-program kerja yang harusnya menjadi modal komunikasi antara DPP dengan DPD dan disosialisasikan ketingkat DPC sebagai bagian yang mengimplementasikan program, ‘ini tidak terjadi’. “Saya sangat berharap ditingkat DPP dapat menelorkan program-program yang berkesinambungan guna menjaga eksistensi Forkabi kedepan,” imbuhnya.

Menurut Bang Ican selaku pengurus Forkabi, dirinya melihat kurangnya arahan dari DPP dalam hal pembinaan kepengurusan terhadap arus bawah, yang akhirnya terkesan berjalan sendiri-sendiri dikarenakan stagnasi komunikasi. “Ini sangat tidak baik untuk pertumbuhan organisasi, karena perkembangan informasi yang dinamis diluar organisasi yang seharusnya dapat memberikan kontribusi yang positif untuk Forkabi tidak sampai,” tambahnya sedikit agak kecewa.

Sebagai pengurus Forkabi, sudah barang tentu punya tanggungjawab secara intuisi organisasi dan moril sebagai masyarakat Betawi, untuk membesarkan ormas Forkabi ini agar lebih berkembang dimasa mendatang. Karena itu, Bang Ican menghimbau agar DPC-DPC Forkabi di Jakarta Selatan khususnya dan secara keseluruhan dapat melakukan hal yang sama, seperti yang telah dilakukan DPC Forkabi Jagakarsa. Karena, menurutnya, disamping meningkatkan wawasan organisasi dan menjadi ajang evaluasi program kerja yang telah dilakukan, sarana raker juga dapat bermanfaat sebagai event silaturahmi diantara pengurus dan anggota. Yang terpenting lagi adalah sebagai sarana komunikasi yang efektif.

“Rapat-rapat ini bukan hanya untuk menghasilkan program tetapi juga sebagai ajang komunikasi, berbagi saran dan juga berbagi cerita. Bukan hanya sekedar kumpul-kumpul dan hura-hura. Yang paling penting adalah, saya melihat didalamnya ada komunikasi yang baik dan dinamis. Semuanya dapat dikomunikasikan dalam balutan rasa persaudaraan yang kuat. Saya merasa sedih, apabila dalam satu kesempatan yang baik yang seharusnya dapat menjadi ajang silaturahmi akan tetapi menjadi ajang untuk melemahkan kekuatan sendiri. Ini yang perlu dubenahi dan mendapat perhatian khusus dari pimpinan, agar semua yang telah didedikasikan dan pengorbanan yang telah dilakukan tidak mubazir,” ungkap Bang Ican.

Bang Ican juga berpesan pada seluruh pengurus dan anggota Forkabi, khususnya di wilayah Jakarta Selatan, agar terus membangun komunikasi aktif. Apalagi telah tersedianya sarana seperti radio komunikasi. Paling tidak, masih kata Bang Ican, melalui jalur radio komunikasi itu sudah dapat dimanfaatkan oleh para pengurus untuk menginformasikan hal-hal yang berguna untuk kokohnya Forkabi. Dan, yang lebih terpenting lagi adalah dapat bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Sebagai organisasi yang mengedepankan intelektual, Forkabi dapat menjadi symbol masyarakat Betawi khususnya dan warga Jakarta pada umumnya untuk memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan wilayah, pengembangan budaya, stabilisator politik serta keamanan dan penegakkan hukum. Hal ini tertuang dalam AD/ART organisasi. Tapi dalam kenyataannya, kedewasaan berpolitik masih terasa kurang harmonis dalam tubuh Forkabi sendiri. Sementara diluar sana sudah sangat dinamis dalam berpolitik dan berkarya, jangan sampai kita sebagai organisasi besar tertinggal dalam menyikapi itu semua,” ujarnya.

Dedikasi kita sebagai kader yang baik menurut Bang Ican harus tercermin dalam sikap dan tanggungjawab dalam menghadapi derasnya informasi dan dinamika politik yang ada. Sikap tersebut harus berkepihakan pada keutuhan organisasi dan berkembangnya organisasi. “Marilah kita menjadi bagian yang akan dikenang dari sejarah besarnya Forkabi dimasa datang dan bukan menjadi bagian yang dilupakan oleh generasi yang akan datang. Ingat, kita hidup tidak untuk hari ini saja tetapi apa yang dapat kita canangkan untuk hari esok. Karena, seluruh kader Forkabi, tentunya berharap punya kebanggaan sebagai bagian dari Forkabi,” pungkas Bang Ican, seraya memperlihatkan senyum khasnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: