Kontribusi pada Kebersihan Kota

Badru Jamal

Bergumul dengan sampah adalah rutinitas yang dilakoni Badrul Jamal, salah seorang bos lapak yang ada di tanah Betawi ini. Sudah puluhan tahun aktivitas itu dijalaninya. Bermula dari pemulung dan kini sudah memiliki lapak sendiri dengan menampung banyak pemulung yang menjadi anak buahnya.

Disinggung mengenai profesi pemulung yang agak bercitra negatif di tengah-tengah masyarakat kita, Badrul Jamal yang dikenal sebagai sosok low profile itu mengembangkan senyum lebar. Katanya di ujung senyum, “Profesi pemulung itu sama saja dengan profesi yang lain. Selalu ada positif dan negatifnya. Itu tergantung dari pada individunya,” ungkap Badrul.

Hanya sayangnya, tambah Badrul, masyarakat kita masih suka menggenalisir dalam mengambil kesimpulan. Misal, ada satu pemulung yang suka mencuri dikatakan semua pemulung itu pencuri. Ada satu polisi yang suka ‘bermain-main’ dengan hukum, dicapnya semua polisi itu gak bener. Ada satu dua jaksa yang suka ‘menjual belikan’ hukum, dibilangnya semua jaksa itu mafia hukum. Kalau kaca mata itu yang dipakai dalam menilai profesi, kan akhirnya gak ada profesi yang bener di negara kita ini.

“Buat saya sendiri, citra negatif yang dilekatkan masyarakat kepada pemulung atau profesi lainnya saya anggap sebagai peringatan agar kita tidak terjebak pada perbuatan negatif. Maka saya selalu amat berhati-hati dalam menjalankan bisnis ini. Bisnis jual beli barang bekas. Dan, kepada setiap anak buah, saya melarang keras mereka mengambil barang-barang dari orang yang terkena musibah, kebakaran atau kebanjiran, meski barang itu sudah rusak parah. Lain masalah bila barang itu memang sudah dibuang oleh pemiliknya,” terang Badrul akan sikapnya.

Sebaiknya, menurut Badrul, masyarakat Jakarta juga melihat sisi positif dari para pemulung. Mereka adalah ‘laskar mandiri’ yang mempertahankan hidup dengan mengoptimalkan kemampuan diri. Tidak mengemis dan juga tidak membuat resah orang lain dengan prilaku melanggar hukum seperti mencopet, menjambret, atau merampok. “Kaum laskar mandiri itu amat berjasa dalam membantu Pemprov DKI Jakarta menjaga kebersihan kota. Anda tahu kan bahwa Kota Jakarta yang padat ini minim tempat sampah? Coba Anda bayangkan jika tidak ada pemulung. Mungkin jalan protokol di ibukota negara ini akan dipenuhi bungkus makanan ringan, botol air mineral, dan sampah-sampah lainnya. Seharusnya, keberadaan para pemulung ini disyukuri dan bukan diberi cap negatif,” ujar Badrul penuh tekanan.

Di samping berkontribusi pada kebersihan kota, tambah Badrul, kebaradaan lapak-lapak pemulung di Jakarta ini juga membantu mengurangi tingkat pengangguran di ibukota. Kurangnya angka pengangguran tentunya akan berdampak pula pada kurangnya angka kriminal. “Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, saya juga berharap agar ada upaya-upaya konkret dari Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kesejahteraan para pemulung yang profesinya boleh dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,” imbuh Badrul.

Di samping itu, Badrul berharap, kondisi bangsa yang sepertinya lagi ‘gonjang-ganjing’ akibat persoalan besar seperti kasus pajak, kasus Century, kasus pembalakan liar, kasus mafia hukum, dan kasus-kasus lainnya tidak mempengaruhi kondisi ekonomi bangsa sehingga tidak membuat harga-harga melambung tinggi atau sebaliknya merosot drastis.

“Khusunya buat harga barang-barang bekas karena saya memang konsen di bisnis ini. Jangan sampai kondisi ‘gonjang-ganjing’ bangsa ini membuat harga barang bekas tidak stabil sehingga mengganggu kelancaran usaha dan berdampak pada kehidupan para pemulung yang ada di Jakarta ini,” pungkas Badrul Jamal.

Bang Jaloe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: