Lima Langkah dalam Memajukan Forkabi

Tegas bersikap serta mempunyai komitmen dan idealis tinggi dalam setiap aktifitas yang dijalani membuat Muhammad Hanapi, yang akrab disapa Mat Uca, disegani banyak orang khususnya para tokoh Betawi maupun etnis lain yang ada di wilayah Jakarta Barat. Rasa sosialnya yang tinggi dalam rangka menjalankan niatnya untuk bisa mengangkat harkat martabat kaum Betawi di tanah kelahirannya membawanya aktif dalam wadah organisasi etnis yang bernama Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi).

Mat Uca dan Istri

Ketertarikannya pada Forkabi, tambah Mat Uca, dikarenakan Forkabi adalah ormas etnis yang independent. Artinya, Ormas etnis yang tidak berapiliasi pada satu partai politik mana pun dan hanya punya satu niat merealisasikan visi misi untuk mengangkat harkat martabat kaum Betawi. “Di samping itu Forkabi sebagai ormas juga mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan anti dengan yang namanya anarkis,” papar Mat Uca yang dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Forkabi Kecamatan Palmerah.

Masalah independensi itu masih ada atau tidak, menurutnya Mat Uca yang mempunyai prinsip akan terus membawa Forkabi ini kearah pergerakan sosial yang sifatnya bukan hura-hura, jelas masih ada kalau kita bicara pada tingkatan DPC Forkabi Palmerah. Tapi kalau untuk tingkatan DPD atau DPP, sepertinya sudah sedikit terbentur. Realitas itu bisa kita lihat pada moment-moment besar yang telah kita lalui seperti halnya Pilgub, Pileg, bahkan Pilpres. “Kita amat menyayangkan kalau kepentingan jangka pendek itu hanya dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya semata. Dan bukan untuk kepentingan Forkabi secara keseluruhan,” tegas Mat Uca/

Menurut Mat Uca, masalah perhatian yang kurang dari pimpinan terhadap jajaran yang ada dibawahnya membuat sebagian pengurus Forkabi berjalan stagnan. Boleh saja di atas kertas mereka itu Ketua Umum, Ketua Dewan Penasehat, Ketua Dewan Pembina, dan lain sebagainya. Tapi ada kalanya kertas itu juga kita tutup dengan melakukan turba untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebulatan tekad berjuang untuk merealisasikan visi misi Forkabi.

“Kalau Forkabi mau maju harus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuannya di antara jajaran pengurus maupun anggota mulai dari tingkat DPP sampai tingkat Subrant. Ada lima (5) item atau langkah yang harus dijalankan oleh Forkabi ke depan. Pertama, mereka yang ada di tingkat pimpinan harus mempunyai solidaritas waktu yang tinggi. Kedua, mereka juga harus memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap kemajuan anggotanya. Ketiga, dituntut mempunyai rasa sosial yang tinggi terhadap jajaran pengurus serta anggota. Keempat, siap berkorban demi terciptanya kemajuan bagi pengurus dan anggota yang ada di. Dan yang kelima, harus berbaur sehingga mampu menyerap aspirasi yang berkembang secara langsung dari jajaran pengurus dan anggota sehingga tepat dalam menentukan langkah kebijakan untuk kemajuan bersama,” ungkap Mat Uca panjang lebar.

Kelima item tersebut, kata Mat Uca, sudah dilakukannya dalam menjalankan pergerakan roda organisasi Forkabi di Kecamatan Palmerah. Dia rajin melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPRt serta Subran secara rutin satu bulan sekali dalam rangka melakukan koordinasi dan mengevaluasi kegiatan-kegitan yang sudah dan akan dilakukan pada wilayah masing-masing..

Kalau jajaran yang ada di atas, menurut Bang Mat Uca, kalau ada kepentingan saja baru mereka turun ke bawah. Kalau kepentingan itu sudah tidak ada, sulit lagi kita merasakan solidaritas dari jajaran yang ada di atas. “Kenapa saya bilang seperti itu, sebentar lagi kita akan melaksanakan Mubes lagi. Apa pernah DPP melakukan event besar, seperti bakti sosial misalnya, saya tidak pernah mendengar itu. Jadi, menurut saya, yang diambil dan dijalankan oleh DPP hanya sampai tingkatan manajemennya saja. Sementara implemtasinya pada jajaran yang dibawahnya belum ada. Ini yang akhirnya membut jajaran yang ada di bawah DPP dan DPD merasa tidak tersentuh,” imbuhnya.

Mat Uca menginginkan apabila terjadi sesuatu hal terhadap Forkabi di bawah, seperti terjadi benturan dengan pihak lain misalnya, maka DPP maupun DPD, mau diberitahu atau tidak diberitahu, harus pro aktif dalam mengatasi masalah yang terjadi di jajaran pengurus bawah. Paling tidak ada peninjauan dan perhatian. “Kalau memang salah mari sama-sama kita benerin dan kalau memang sudah bener ya kita dorong untuk lebih ditingkatkan lagi. Jangan seperti saat ini yang kesannya malah nafsi-nafsi. Kalau Forkabi di Kecamatan Palmerah ini solid dan bersatu. Garuk di kepala kena ke kaki, garuk di kaki kena kepala. Kalau diibaratkan sapu, kalau satu gampang patah tapi kalau sudah gabung sulit untuk dipatahkan,” katanya bijak.

Kemajuan Forkabi saat ini, menurut analisa Mat Uca, seharusnya sudah bisa dinikmati oleh Kaum Betawi pada khususnya dan warga Jakarta pada umumnya. Hanya sayangnya, peluang itu tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh elit Forkabi karena lebih mementingkan kepentingan jangka pendek sehingga secara sadar atau tidak malah mengorbankan kepentingan jangka panjang. Peluang yang ada bukan karena jajaran di atas kita tidak bisa memanfaatkan SDM yang ada. Menurut analisa saya, mereka ngerti soal SDM yang memang harus diberdayakan. Tapi, kebanyakan mereka ambil kesempatan dalam kesempitan.

“Dia bukan ingin membesarkan Forkabi, yang dia lakukan hanya untuk mengambil kesempatan di dalam organisasi Forkabi. Apa yang selama ini dia lakukan, seperti halnya dia nego sana nego sini itu dilakukannya untuk kantong pribadi, bukan untuk membantu yang lain dalam rangka mengangkat harkat martabat kaumnya dengan memberdayakan putra-putri kita agar bisa mempunyai peranan dalam pembangunan di Jakarta ini,” papar Mat Uca yang menginginkan dalan struktur kepengurusan hasil Mubes nanti ada yang namanya Dewan Pendekar sehingga Forkabi semakin tampil percaya diri untuk memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan Kota Jakarta yang merupakan tanah leluhur Kaum Betawi.

Kinerja yang dilakukan DPC Forkabi Kecamatan Palmerah selama ini, tambah Mat Uca, pihaknya rajin bersilaturrahmi ke pihak perusahaan yang ada di wilayah Palmerah pada khususnya dan Jakarta Barat pada umumnya. “Kita datang bersilaturrahmi bukan untuk minta duit, tapi untuk melakukan kerjasama bagaimana agar kader Forkabi yang ada di wilayah perusahaan itu berdiri dapat bekerja di perusahaan tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki kader Forkabi itu sendiri,” terangnya.

Ke depan, selaku pengurus DPC Forkabi dirinya juga berharap dan sedikit menghimbau pada para jajaran pengurus Forkabi se-Jabodetabek plus Kepulauan Seribu, agar kiranya semua pimpinan yang ada di masing-masing tingkatan mempunyai loyalitas waktu, perhatian terhadap bawahan, mempunyai rasa sosial yang tinggi, siap berkorban, dan mau membaur demi kemajuan Forkabi. “Kita harus punya tanggungjawab terhadap anggota kita yang ada. Kalau rasa itu sudah muncul dalam hati kita, saya yakin Forkabi akan terus berjalan ke depan bukan kebelakang,” pungkasnya.

Diel eFRais

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: