Warga Tangsel Siap Menangkan Airin-Benyamin Dafni?

Dengan anggota sekitar 4.000-an se-Kecamatan Pondokaren, FBR Tapakjalak pimpinan Madpicu Muhiddin siap mendukung siapa saja yang punya kontribusi kepada mereka. Api bila tak ada MOU antara mereka dengan calon Walikota dan Wakilnya, bagaimana nasib FBR mereka di Tangsel? Memang Kiai FBR Lutfi Hakim mematwakan mereka menangkan Ibu Hj Airin Rachmi Diany SH MH, 37, dan Drs H Benyamin Dafni pada 13 Nopember yang lalu, (tapi hasilnya dianulir MK sehingga terjadi Pemilukada ulang yakni pada 27 Februari 2011), maka sebenarnya empat ribuan anggota FBR sekecamatan Pondokaren akan calon yang berkomitmen berkontribusi kepada FBR pimpinan Picu Muhiddin ini. Karena anak bini, sanak family, keluarga, para tetangga, dan handai tolan FBR semua dikerahkan memenangkan yang konsisten ke FBR kita. Sehingga jumlah pencoblos dari FBR Tapakjalak pasti ke calon tersebut. Bahkan pemilihnya bisa mencapai belasan ribu suara, khusus dari kinerja FBR se-Pondokaren saja, belum lagi FBR dari 6 Kecamatan lagi di Tangsel, demikian kira-kira uneg-uneg Picu ketika sempat ditemui di kediamanya.

Apakah Airin-Benyamin perduli dan punya kontribusi penuh kepada FBR, kepada kaum dhuafa, para fakir miskin khususnya anak yatim? Memang Apakah tanpa bertele-tele bu Airin siap membantu event-event kegiatan penyantunan para anak yatim, dhuafa dan para janda jompo, serta aktivitas keagamaan dan nasional lainnya, yang diselenggarakan FBR?  Hal itu perlu dipertanyakan ke depan. Para anggota FBR kami siap memilih kandidat Airin-Benyamin Dafni bila memang mereka komit dan berkontribusi konkrit dan bukan basa-basi. Meski ada saja bujukan dan imbauan dari kandidat lain, namun kita tetap solid memilih mereka pada Pemilukada yang lalu (Nopember 2010), jelas Mad Picu. Tapi nampaknya di Pemilukada ke-2 pada 27 Februari 2011, \FBR berfikir ulang. Mereka menunggu kembali fatwa Kiai FBR, PP FBR Ust Lutfi Hakim MA.

Tujuan Airin-Benyamin bagus, yakni ingin menyejahterakan Tangsel. Menata Tangsel lebih baik lagi ke depan. Saya sendiri secara pribadi belum pernah mendapatkan serupiah pun dari Airin selama ini. Malah dalam Pemilukada yang lalu berkomunikasi sama timnya tak bisa! Tapi ketika itu saya masih tetap dukung Airin. Tapi di Pemilukada ke-2? Belum memutuskan memilih siapa. Kami menunggu fatwa Kiai dulu. Kecuali memang bila tiap aktivitas FBR selalu dibantu calon kandidat itu, kita pasti memilihnya. Dulu kami pilih Airin bukan asal duit, tapi komitmen dan demi prinsif kami mematuhi fatwa kiai, kami berimamah kepadanya. Memang banyak sekali orang ogah milih Airin, kami tetap menangkan dia, saat itu. Padahal dia bukan orang Betawi aseli, tapi Banten atau aseli Bandung. Bagi kami, siapa pun yang perduli kepada Betawi wabilkhusus kepada FBR, kami pasti menangkan dia. Pasangan itu yang akan  jadi Walikota dan wakil Walikota Tangsel, kata Mad Picu  Muhiddin yang gigih rekrut para anggota FBR sebagai  karyawan beberapa perusahaan se-Pondokaren.

Calon Walikota asli Betawi jangan pelit dan serakah, tapi harus ramah dan dermawan kepada warga Tangsel semua. Calon Walikota Tangsel Betawi jangan musingin warga, itu yang kami pilih.  Dia harus berjiwa wara, kiai, ulama, ustadz, alim, soleh, gigih bekerja keras sejak lama di Tangsel dengan berbagai forum dan lembaga kemasyarakatan. Kiai FBR, KH Lutfi Hakim MA, 42, merestui orang-orang FBR memilih Airin pada Pemilukada pertama (Nopember 2010). Dia menyerahkan kepada hati nurani FBR se-Tangsel. Kami, antara FBR dan Airin-Benyamin Dafni harusnya membikin kontrak, membuat MOU pembuatan Gedung Kebudayaan Betawi seTangsel, Puskesmas khusus Betawi, secara tertulis. Bila tidak, gimana nasib kami selanjutnya? Karena tak ada pesta yang tak berakhir. Tanah wakaf pekuburan Betawi saja harus diejawantahkan eksistensinya, jangan sampai orang Betawi kebingungan nggak punya tanah wakaf pekuburan, karena sudah banyak orang non Betawi dimakamkan di situ.

Kinerja Camat Pondokaren dan Lurah Pondokkarya Positip.

Kinerja Camat Pondokaren, H Affandi SSos MSI, 50, dan lurah Pondokkarya H Sutang, 50, cukup perduli kepada warga Pondokaren dan khususnya Kelurahan Pondokkarya. Karena setiap ada pembangunan, event kegiatan keislaman dan nasional mereka berdua siap berkontribusi, khususnya kepada FBR Tapakjalak, jelas Mad Picu Muhiddin. Dia mendoakan agar kedua Muspida ini tetap bertugas di Pondokaren. Apalagi pak Camat berniat mendirikan gedung MUI, atau gedung khusus penanggulangan/penyantunan anak yatim, dhuafa dan orang miskin di sini, tutup Picu Muhiddin. (rah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: