Ormas Betawi dan Wajah Betawi Milenium

Dalam buku Babad Tanah Betawi, Ridwan Saidi sang penulis buku tersebut, “mengklaim” bahwa nenek moyang orang Betawi adalah Aki Tirem atau  Sang Aki Luhur Mulya, seorang penghulu kampung yang  tinggal di pinggiran Kali Tirem, Warakas, Tanjung Priuk.

Aki Tirem sebagaimana yang tercatat dalam Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya I Bhumi Nusantara, Parwa 1, Sarga 1, adalah putera Ki Srengga, Ki Srengga Putera Nyai Sariti Warawiri, Nyai Sariti Warawiri puteri Sang Aki Bajulpakel, Aki Bajulpakel putera Aki Dungkul dari Swarnabhumi bagian selatan kemudian berdiam di Jawa Barat sebelah Barat, Aki Dungkul putera Ki Pawang Sawer, Ki Pawang Sawer Putera Datuk Pawang Marga, Datuk Pawang Marga putera Ki Bagang yang berdiam
di swarnabhumi sebelah utara, Ki Bagang putera Datuk Waling yang berdiam di Pulau Hujung Mendini, Datuk Waling putera Datuk Banda, ia berdiam di dukuh tepi sungai, Datuk Banda putera Nesan, yang berasal dari Langkasungka. Sedangkan Nenek moyangnya berasal dari negeri Yawana sebelah barat.

Setelah menikahkan anaknya Pohaci Larasati dengan sorang pangeran pelarian dari India yang berilmu tinggi, Dewawarman, maka keturunan Aki tirem inilah yang oleh Ridwan Saidi disebut sebagai manusia proto betawi. dan terus berkembang sampai sekarang sebagai etnis yang mendiami wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Warga Tangsel Siap Menangkan Airin-Benyamin Dafni?

Dengan anggota sekitar 4.000-an se-Kecamatan Pondokaren, FBR Tapakjalak pimpinan Madpicu Muhiddin siap mendukung siapa saja yang punya kontribusi kepada mereka. Api bila tak ada MOU antara mereka dengan calon Walikota dan Wakilnya, bagaimana nasib FBR mereka di Tangsel? Memang Kiai FBR Lutfi Hakim mematwakan mereka menangkan Ibu Hj Airin Rachmi Diany SH MH, 37, dan Drs H Benyamin Dafni pada 13 Nopember yang lalu, (tapi hasilnya dianulir MK sehingga terjadi Pemilukada ulang yakni pada 27 Februari 2011), maka sebenarnya empat ribuan anggota FBR sekecamatan Pondokaren akan calon yang berkomitmen berkontribusi kepada FBR pimpinan Picu Muhiddin ini. Karena anak bini, sanak family, keluarga, para tetangga, dan handai tolan FBR semua dikerahkan memenangkan yang konsisten ke FBR kita. Sehingga jumlah pencoblos dari FBR Tapakjalak pasti ke calon tersebut. Bahkan pemilihnya bisa mencapai belasan ribu suara, khusus dari kinerja FBR se-Pondokaren saja, belum lagi FBR dari 6 Kecamatan lagi di Tangsel, demikian kira-kira uneg-uneg Picu ketika sempat ditemui di kediamanya.

Baca pos ini lebih lanjut