Pembinaan Kesenian Tradisional: Revitalisasi Budaya

Pemerintah DKI Jakarta sudah tentu sangat berkepentingan dengan keberadaan kesenian tradisional Betawi. Dalam hal ini, melalui berbagai cara telah ditempuh usaha-usaha mempertahankan dan memelihara kesenian itu. SM Ardan, misalnya, telah mempelopori masuknya kesenian Lenong untuk berpentas secara rutin di Taman Ismail Marzuki pada tahun 1970-an, anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah memfasilitasi pertunjukan kesenian tradisional Betawi sejak didirikan hingga kini, Kampung Betawi di kawasan Srengseng Sawah dijadikan semacam laboratorium budaya Betawi.

Di kalangan non-pemerintah kita mengenal Lembaga Kebudayaan Betawi yang secara substansial bertugas melakukan kajian-kajian dan apresiasi terhadap berbagai khazanah budaya Betawi. Kini, penerbit Komunitas Bambu secara terencana menerbitkan buku-buku tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat Betawi dan Jakarta berdasarkan riset para peneliti yang mempunyai perhatian terhadap Betawi. Semua pihak itu telah menunjukkan perhatian dan apesiasinya terhadap masyarakat dan budaya Betawi. Akan tetapi, di sisi lain kehidupan para seniman tradisional Betawi masih kurang diperhatikan dengan baik dan tidak adanya upaya pemaksimalan kreativitasnya secara terprogram dan terpadu.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan